Rabu, 28 Juli 2010

RUMUS KKM PENJASORKES

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
A.    Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :
Indikator
Tinggi
Sedang
Rendah
Ket
1. Kompleksitas
1
2
3

2. Daya dukung
3
2
1

3. Intake
3
2
1

Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang à nilainya adalah:   (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
B.     Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria:
Indikator
Tinggi
Sedang
Rendah
Ket
1. Kompleksitas
50-64
65-80
81-100

2. Daya dukung
81-100
65-80
50-64

3. Intake
81-100
65-80
50-64

Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang, daya dukung tinggi dan intake sedang à nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.
Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum KKG di Sekolah.

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
C.     Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai :
Indikator
Tinggi
Sedang
Rendah
Ket
1. Kompleksitas
v
v
v

2. Daya dukung
v
v
v

3. Intake
v
v
v

  
Contoh :
  Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang à maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai  ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.




CONTOH : FORMAT A
Kompetensi dasar dan Indikator
Kriteria Ketuntasan Minimal
Kriteria Penetapan Ketuntasan
Nilai KKM
Kompleksitas
Daya dukung
Intake
1.1. Mendeskripsikan hakikat lari sprint 60 meter
Ø  Mendeskripsikan sikap start lari sprint 60 meter
Ø  Menguraikan pengertian sikap badan saat lari sprint 60 meter
Ø  Menganalisis pengertian sikap start dan lari sprint 60 meter

Rendah
3
Tinggi
1
Sedang
2


Tinggi
3
Sedang
2
Tinggi
3

Sedang
2
Sedang
2
Sedang
2
74
 





















Sabtu, 10 Juli 2010

Misi Departemen Pendidikan Nasional

Misi Departemen Pendidikan Nasional
1. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
2. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
3. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;
4. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan
5. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.
Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut,
Depdiknas untuk tahun 2005 – 2009 menetapkan Misi sebagai berikut:
MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF.


Tabel 2.1.
Insan Cerdas Komprehensif dan Kompetitif

Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif
Cerdas
spiritual
• Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul. Kompetitif
• Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan
• Bersemangat juang tinggi
• Mandiri
• Pantang menyerah
• Pembangun dan pembina jejaring
• Bersahabat dengan perubahan
• Inovatif dan menjadi agen perubahan
• Produktif
• Sadar mutu
• Berorientasi global
• Pembelajar sepanjang hayat
Cerdas
emosional & sosial
• Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya.
• Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang:
– membina dan memupuk hubungan timbal balik;
– demokratis;
– empatik dan simpatik;
– menjunjung tinggi hak asasi manusia;
– ceria dan percaya diri;
– menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara; serta
– berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara.
Cerdas
intelektual
• Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif dan imajinatif.
Cerdas
kinestetis
• Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang sehat, bugar, berdaya-tahan, sigap, terampil, dan trengginas.
• Aktualisasi insan adiraga.

Makna Insan Indonesia Kompetitif
     Berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan
     Bersemangat juang tinggi
     Mandiri
     Pantang menyerah
     Pembangun dan pembina jejaring
     Bersahabat dengan perubahan
     Inovatif dan menjadi agen perubahan
     Produktif
     Sadar mutu
     Berorientasi global
  _Pembelajar sepanjang hayat

Rabu, 07 Juli 2010

Peran Pelatih dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga

Sahabat di GWK Bali 2009

PERAN PELATIH DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SEKOLAH
Dalam Permendiknas No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi disebutkan bahwa  kegiatan ekstrakurikuler termasuk bagian dari kegiatan Pengembangan Diri.
PENDAHULUAN
    Dalam Permendiknas No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi disebutkan bahwa  kegiatan ekstrakurikuler termasuk bagian dari kegiatan Pengembangan Diri. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,  minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.  
    Visi kegiatan ekstrakurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik  yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Misinya yaitu:
1)    Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.
2)    Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengespresikan  diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.
         
Kegiatan ekstra kurikuler yang biasanya diselenggarakan di sekolah biasanya meliputi kegiatan:
1)    Bidang science, misalnya: Kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja
2)    Bidang art, misalnya: melukis, paduan suara, band
3)    Bidang skill, misalnya: pramuka, paskibraka, PMR (Palang Merah Remaja)
4)    Bidang sport, misalnya: sepakbola, bola basket, bolavoli, pencak silat
       
Dari berbagai macam kegiatan ini peserta didik diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,  minat, kondisi dan perkembangan peserta didik. Keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler biasanya dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor, yaitu:
1)    Dorongan dari dalam (intrinsik), misalnya: keinginan dari lubuk hati didasarkan kepada potensi, minat dan bakat
2)    Dorongan dari luar (ekstrinsik), misalnya: pengaruh teman, orang tua
       
Peranan konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangnya diperlukan dalam memberikan arahan dan bimbingan agar peserta didik dapat memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,  minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, agar kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu pijakan pengembangan diri peserta didik dalam meniti karier di masa depan.
Dari empat bidang kegiatan ekstrakurikuler di atas, penulis akan mengupas tentang kegiatan ekstra kurikuler olahraga,khususnya tentang peranan pelatih dalam kegiatan itu.
PELATIH
     Dalam bahasa Inggris istilah pelatih olahraga di sebut coach, sedangkan pekerjaan melatihnya di sebut coaching. Pelatih adalah seseorang yang memberikan latihan keterampilan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pelatih olahraga adalah seseorang yang memberikan latihan keterampilan berolahraga tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, pelatih minimal harus dapat membuat perencanaan, pengelolaan dan evaluasi latihan. Sekilas mengenai latihan (Bompa:1988) membagi program menjadi 3 periodisasi : periode latihan, periode pertandingan/kompetisi dan periode transisi.
    Kehidupan pelatih sama dengan masyarakat pada umumnya yang mempunyai falsafah hidup masing–masing. Falsafah menurut Martin and Lumsden (1987) adalah suatu sistem dari prinsip–prinsip yang dipakai untuk membimbing orang dalam kegiatan–kegiatannya, .......a system of principles for guidance in practical affairs.
    Kalau kita bicara mengenai falsafah coaching, kita bicara mengenai suatu perangkat sikap, atau prinsip – prinsip dasar menuntun tabiat dan perilaku pelatih di dalam situasi praktek. Ada pelatih yang falsafah coachingnya adalah ”memenangkan setiap pertandingan”, maka sikap dan perilakunya serta cara menangani olahraga dan peserta didiknya tercermin dalam falsafah tersebut. Berbeda dengan pelatih yang falsafahnya adalah ”menanamkan kepribadian dan perilaku  yang baik” pada peserta didiknya. Penanganannya juga akan berbeda dengan pelatih yang falsafahnya lain. Kombinasi falsafah  coaching untuk mencapai tujuan melatih mutlak diperlukan agar prestasi dan sikap sportif dapat tergapai secara sinergi.
    Dengan mengobservasi perilaku para peserta didik, kita biasanya akan dapat mengetahui falsafah pelatihnya. Gaya permainan para peserta didik, rasa hormat yang diperlihatkan kepada ofisial dan lawan–lawannya, bahasa yang digunakan, perilaku di luar lapangan, kesanggupan untuk mengatasi stres pertandingan, semangat bertanding, kesetiaan terhadap teman dan timnya, stamina serta kostum pertandingan , itu semua dapat merupakan sebagian dari indikator–indikator yang mencerminkan falsafah pelatihnya. Perilaku para peserta didik juga dapat mencerminkan apakah pelatihnya menganggap disiplin dan perilaku moral yang baik penting bagi timnya, like father like son and like coach like athlete.

TUGAS, PERAN DAN KEPRIBADIAN PELATIH
Gelar coach atau pelatih adalah gelar atau sebutan yang memancarkan rasa hormat, respek, status dan tanggung jawab. Gelar coach seringkali bisa berlanjut meskipun tugas sebagai coach sudah usai. Sekali kita coach, selamanya  kita adalah coach bagi peserta didik kita, bagi rekan dan bagi masyarakat.
Peserta didik menganggap bahwa seorang pelatih adalah ahli dalam segala hal dan pandai memainkan peran sesuai dengan kecabangan olahraganya. Dan banyak peserta didik yang ingin seperti pelatihnya kalau kelak ia menjadi pelatih, terutama bagi pelatih yang sukses prestasi dan berkepribadian, tetapi ada juga peserta didik yang bersumpah tidak akan berbuat seperti pelatihnya dulu, biasanya pelatih yang gagal dan berkepribadian buruk. Akan tetapi apa yang diperoleh dari pelatihnya akan senantiasa membekas pada peserta didik.
Pelatih mempunyai peran sebagai guru, bapak dan teman. Sebagai guru ia disegani, sebagai bapak ia dicintai dan sebagai teman ia yang dipercaya menjadi tempat mencurahkan hati (curhat)  .
Di bawah ini akan diuraikan beberapa tugas utama dan kepribadian yang perlu diperhatikan oleh seorang pelatih.

1.    Perilaku
        Pertama–tama perilaku pelatih haruslah bebas dari cela dan cerca. Dia harus ingat bahwa baik anak didiknya maupun masyarakat memandang dirinya sebagai seorang manusia model (role model). Hampir setiap gerak pelatih akan diamati oleh peserta didik maupun oleh masyarakat. Pelatih harus hidup dengan falsafah sebagaimana yang dia minta dari peserta didik; dia harus mendemonstrasikan nilai–nilai yang diajarkannya. Pelatihan olahraga dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh seorang pelatih di sekolah juga harus dapat mentransformasi nilai–nilai perilaku yang baik kepada peserta didiknya, sehingga peserta didik akan bersifat sportif, hormat dan menghargai lawannya.

2.    Kepemimpinan
        Pelatih harus dapat bersikap tegas, tidak meragukan, apalagi mencurigakan. Seorang coach yang baik akan selalu memperlihatkan wibawanya sebagai seorang pemimpin dan sifatnya sebagai orang yang sportif, meskipun timnya dalam kondisi kritis, meskipun peserta didiknya banyak melakukan kesalahan, meskipun keputusan wasit dirasakan berat sebelah. Keteguhan sebagai seorang pemimpin harus tetap dipegang , baik setelah kemenangan maupun kekalahan. Pelatih harus dapat mengambil peran yang tepat pada saat latihan maupun pertandingan dalam kondisi sesulit apapun, sebab peserta didik (di sekolah) akan turut komando pelatihnya. Apalagi dalam pertandingan olahraga antar sekolah yang rawan tawuran, kepemimpinan pelatih sangat penting dalam mencegah hal–hal buruk yang akan terjadi.

3.    Pengetahuan dan keterampilan
        Tinggi rendahnya prestasi peserta didik banyak tergantung dari tinggi rendahnya pengetahuan dan keterampilan pelatihnya. Ungkapan ini sangat tepat sebab pengetahuan pelatih tentang bentuk–bentuk formasi permainan, strategi pertahanan dan penyerangan haruslah sedemikian rupa sehingga hampir tidak mungkin regu lawan akan dapat mengacaukan regunya dengan suatu penyerangan atau pertahanan yang tidak dikenalnya. Dalam pertandingan–pertandingan antar sekolah, kelebihan pengetahuan dan keterampilan pelatih akan sangat membantu kesuksesan tim olahraga sekolah tersebut. 

4.    Keseimbangan Emosional
        Kesanggupan untuk bersikap wajar, lugas, dan layak dalam keadaan tertekan atau terpaksa merupakan suatu ukuran keseimbangan emosional dan maturitas seseorang. Dalam tugas kita sebagai pelatih yang berfungsi sebagai pembimbing dan pengasuh peserta didik (Siswa di sekolah) yang merupakan anak–anak muda yang dalam keseimbangan emosional yang belum matang, penting bagi kita untuk tetap berkepala dingin, bukan hanya pada waktu latihan dan pertandingan, akan tetapi di luar itu. Sudah wajar kalau ada situasi–situasi yang dapat menimbulkan marah dan frustasi pada kita. Dan wajar pula kalau reaksi kita adalah marah dan frustasi, karena hal itu adalah emosi manusiawi. Akan tetapi yang perlu kita perlihatkan adalah bahwa dalam situasi demikian itu, kita tetap dapat mengendalikan emosi kita, terutama sekali emosi peserta didik kita menghadapi situasi yang demikian dan bukan melampiaskannya dengan maksud untuk kepuasan kita atau balas dendam.

5.    Humoris.
        Kemampuan untuk membuat orang lain merasa rileks dengan jalan memberikan humor atau lelucon yang sehat dan menyegarkan merupakan faktor penting guna mengurangi ketegangan dan membangkitkan optimisme baru, baik dalam latihan maupun sebelum dan sesudah pertandingan. Perlu diingat bahwa kita melatih peserta didik yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun psikis, dengan memberikan kegembiraan dalam latihan dengan humor yang sehat akan membawa hasil yang positif bagi perkembangannya. Kalau perlu kita sebagai pelatih belajar bahasa gaul agar interaksi kita dengan mereka menjadi lebih hangat lagi.

Sebenarnya masih banyak lagi kepribadian pelatih yang lainnya, yang dapat kita ungkap dalam edisi majalah kita yang akan datang. Akhirnya mari kita menjadi pelatih yang the best of the best.

Penutup
Terbentang luas pengabdian dan tugas kita di sekolah, di samping kita menjadi guru, pembimbing dapat pula kita berperan sebagai pelatih pada saat kegiatan ekstrakurikuler. Dengan menjadi pelatih olahraga banyak pengalaman dan pembelajaran yang kita dapatkan dan amalkan sesuai dengan bidang kepelatihan kita. Pengalaman yang terpenting adalah interaksi yang terus–menerus dan pengamatan perkembangan dari hasil latihan peserta didik kita, sedangkan pembelajaran yang terpenting adalah kita mempersiapkan peserta didik untuk mengasah minat, bakat dan keterampilan mereka menuju hantaran menjadi peserta didik profesional yang dapat mengharumkan bangsa dan negara. Mampukah kita?

*) Penulis adalah staf Seksi Evaluasi dan Instruktur Penjasorkes PPPPTK Penjas dan BK

DAFTAR PUSTAKA
1.     Permendiknas No 22/2006 tentang Standar Isi.
2.     Drs. Harsono, M. Sc. Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis dalam Coaching, tahun 1988
3.     PASI, Pengenalan Kepada Teori Kepelatihan, 1993 
4.     Tudor O. Bompa, PhD, Periodization: Theory and Methodology  of Training, 4th edition,tahun 1994.

Asas logika berfikir Keimanan

Sebagian besar orang-orang sering menuangkanpikiran nya kedalam bentuk tulisan, perkataan, obrolan, isyarat dan lain sebagainya.
Pikiran yang disampaikan itu tentu beraneka ragam adanya, ada yang kelihatannya bagus dan masuk akal, Ada juga yang kelihatan bagus tapi tidak masuk akal, ada juga yang kelihatannya tidak bagus tapi masuk akal dan ada juga yang tidak bagus dan tidak masuk akal pula Description: :)
Sekarang bagaimana cara kita untuk membedakan manakah buah pikiran yang bagus dan manakah buah pikiran yang ngaco?
Untuk membedakannya kita bisa menggunakan atau menerapkan  patokan-patokan dan hukum-hukum logika yang sudah ada. Hukum, patokan dan rumus logika sering juga disebut dengan Asas Berpikir.
Asas sebagaimana kita ketahui adalah pangkal atau asal dari mana sesuatu itu muncul dan dimengerti, atau bisa juga disebut sebagai pondasinya sesuatu dimana sesuatu itu bermula.
Dalam hal ‘asas pemikiran’ , maka yang disebut dengan asas pemikiran adalahpengetahuan dimana pengetahuan lain muncul dan dimengerti. Kapasitas asas ini bagi kelurusan berpikir adalah mutlak, dan salah benar nya suatu pemikiran tergantung kepada salah benarnya asas-asas ini. Ia adalah dasar daripada pengetahuan danilmu.
Asas berpikir itu dapat dibedakan menjadi 3 asas,
Pertama, Asas Identitas (Principium Identitatis) yaitu sebuah patokan dasar yang paling mendasar. Patokan yang dipatok oleh asas identitas mengatakan bahwa segala sesuatu itu adalah dirinya sendiri BUKAN yang lainnya. Contohnya, Jika kita mengakui bahwa sesuatu itu adalah A, maka ia adalah A,  bukan B, C, D, ataupun yang  lainnya. Identititas A adalah A sendiri.
Kalau kita mengakui nama pacar kita adalah Siti, maka yang dimaksud dengan nama Siti adalah Siti yang menunjukkan identitas seseorang yang menjadi pacar kita itu, bukan Siti yang lainnya dan bukan pula Siti yang isterinya tetangga Description: :)
Kedua, Asas Non kontradiksi (Principium contradictoris) yaitu sebuah aturan dasar yang mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu TIDAK MUNGKIN sekaligus sebagai pengakuan terhadap sesuatu itu. Misal kita mengatakan benda itu BUKAN A, maka tidak mungkin sekaligus kita mengakui benda itu adalah A sebab realitasnya A yang kita maksud adalah A yang sama sebagaimana yang dimaksud oleh Asas Identitas, bahwa segala sesuatu itu adalah dirinya sendiri.
Dengan kata lain bisa dirumuskan bahwa tidak mungkin dua kenyataan yang kontradiksi menyatu secara bersamaan sekaligus dan simultan. Tidak mungkin menyatu realitas kontradiktif sekaligus pada detik yg sama, tertawa sekaligus menangis, pergi sekaligus tidak pergi dan seterusnya. Asas berpikir pada patokan ini mengatakan bahwa “Tidak ada pernyataan yang sekaligus benar dan salah”
Ketiga, Asas penolakan kemungkinan ketiga (Principium exlusi tertii) yaitu sebuah aturan mendasar yang mengatakan bahwa antara pengingkaran dan pengakuan maka kebenaran terletak pada salah satunya.  Pengakuan dan pengingkaran merupakan pertentangan mutlak, karena itu disamping tidak mungkin benar keduanya juga bisa dipastikan tidak mungkin salah keduanya. Asas ini menolak kemungkinan ada kebenaran yang ketiga.

Kamis, 01 Juli 2010

Penilaian Penjasorkes

Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan.
Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani , olah raga dan kesehatan terdiri atas:
1) Permainan dan Olahraga,
2) Aktivitas Pengembangan,
3) Uji diri/senam,
4) aktivitas Ritmik,
5) Akuatik dan
6) Pendidikan Luar Kelas.
7) Kesehatan
Aspek Penilaian yang dimasukan ke dalam rapor adalah:
1) Keterampilan gerak dasar,
2) Keterampilan cabang olah raga,
3) Kebugaran dan kesehatan,
4) Pilihan akuatik dan pendidikan luar kelas, dan

Senin, 21 Juni 2010

RPP Kls VI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran :Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan
Aspek/Ruang Lingkup : Permainan dan Olah raga
Kelas /Semester : VI/I
Pertemuan ke : I
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
Hari / Tanggal :

1. Standar Komptensi :Mempraktikan berbagai gerak dasar permainan dan olahraga
dengan peraturan yang dimodivikasi, dan nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya.
1.1. Kompetensi Dasar :Mempraktikan gerak dasar salah satu permainan bola kecil
dengan koordinasidan kontrol yang baik dengan peraturan
yang dimodiviasi serta nilai kerja sama, sportivitas dan
kejujuran.
Indikator:
1. Mampu lempar tangkap bola kecil berpasangan
2. Mampu memukul bola dengan teknik lambungan tangan bawah
3. Mematikan lawan yang sedang lari menuju home.
4. Melakukan kerja sama tim dalam permainan baseball
5. Mampu bermain kasti secara sportif.

I. Tujuan Pembelajaran
- Anak dapat melakukan lempar tangkap dengan baik dan benar
- Anak dapat melakukan memukul bola dengan baik dan benar
- Anak dapat bermain baseball dengan baik dan benar.

II. Materi
Permainan bola baseball

III. Metode
Ceramah, Demonstrasi
IV. Langkah-langkah pembelajaran
A. Kegiatan Awal
Anak dibariskan, berdo’a, berhitung dan melakukan pemanasan dengan permainan yang mengarah pada inti pelajaran, contohnya permainan berburu binatang.
B. Kegiatan Inti
1. Melakukan lempar tangkap bola baseball berpasangan dengan teman.
2. Melakukan gerakan memukul bola dengan berbagai arah
3. Melakukan teknik memukul bola untuk mengembalikan teman
4. Mematikan lawan dengan membakar ruang bebas.
5. Bermain baseball dengan kerja sama tim dan sportivitas.
C. Kegiatan Akhir
Pendinginan, melakukan, menyanyikan lagu naik-naik ke puncak gunung. Anak di bariskan dan berdoa.

V. Alat/Sumber Bahan
Alat : peluit, pemukul, bola, bendera kecil
Sumber : Buku Penjasorkes dari Yudistira

VI. Penilaian
- Tes Perbuatan
Penampilan performance
- melakukan lempar tangkap bola
- melakukan memukul bola
- bermain baseball

Tegal, 18 Maret 2010


Mengetahui
Kepala Sekolah


Ma’muroh, S.Pd.
NIP : 19610320 198012 2 004
Guru Penjasorkes


Bambang Rusjianto, S.Pd.
NIP : 19600828 198304 1 003

Silabus Kelas VI

PROGRAM SEMESTER I PENJASORKES KELAS VI



Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator JJP Bulan Keterangan
Juli Agustus September Oktober Nopember Desember

1. Mempraktkkan berbagai gerak dasar permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
1.1 Mempraktikkan gerak dasar salah satu permainan bola kecil dengan koordinasi dan control yang baik dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama, sportivitas, dan kejujuran**)

Permainan Bola Baseball
1. Mampu lempar tangkap bola kecil berpasangan
2. Mampu memukul bola dengan teknik lambungan tangan bawah
3. Mematikan lawan yang sedang lari menuju home.
4. Melakukan kerja sama tim dalam permainan baseball
5. Mampu bermain kasti secara sportif.

2 JP

1.2 Mempraktikkan gerak dasar salah satu permainan bola besar dengan koordinasi dan kontrol yang baik dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama, sportivitas, dan kejujuran**)

Permainan Bola Basket
1. Mampu lempar tangkap bola berpasangan
2. Mampu mengiring bola berpasangan
3. Mampu mengontrol dan menembakkan bola
4. Mampu bermain bola basket dengan sportif
2 JP


1.3 Mempraktikkan koordinasi gerak dasar dalam teknik lari, lempar dan lompat dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai semangat, sportivitas, percaya diri dan kejujuran

Atletik
1. Mampu lari cepat ( sprint ) dengan star jongkok
2. Mampu melakukan gerakan finishing
3. Mampu melakukan lompat jauh gaya jongkok.
4. Mampu melakukan tolak peluru tanpa atau dengan awalan.
5. Mampu melakukan latihan trilomba.



2 JP

2. Mempraktikkan latihan peningkatan kualitas jasmani (komponen kebugaran jasmani), dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
2.1 Mengidentifikasi anggota tubuh yang perlu dilatih untuk memperbaiki postur

Latihan Kekuatan dan Kelenturan
1. Melakukan latihan kekuatan dan kelenturan otot-otot besar dan otot-otot kecil.
2. Mampu menyebutkan jenis otot ditubuh kita dan menunjukan posisinya.
3. Mampu menyebutkan anggota tubuh yang perlu dilatih untuk memperbaiki postur tubuh.

2 JP

2.2 Mempraktikkan berbagai latihan untuk memperbaiki cacat jasmani bukan bawaan, serta nilai keselamatan, disiplin, dan kerja keras

Latihan kelentukan dan peregangan.

1. Mampu melakukan latihan penguluran otot dan peregangan persendian.
2. Mampu melakukan gerakan keseimbangan dengan guling depan maupun guling ke samping
3. Mampu melakukan latihan fisik, seperti sikap lilin, hand stand berteman maupun di tembok.dll.

2 JP

2.3 Mempraktikkan jenis latihan yang sesuai untuk mempertahankan dan memperbaiki postur tubuh, serta nilai keselamatan, disiplin, kerja keras

Latihan kekuatan dan daya tahan

1. Mampu melakukan latihan lompat tali sendiri maupun berpasangan
2. Mampu lari pelan dan melompati teman yang jongkok / membungkuk.
3. Mampu melakukan latihan fisik, seperti sit up back up, hand stand, sikap lilin,dll

2 JP

3. Mempraktikkan kombinasi senam lantai dan senam ketangkasan dalam bentuk sederhana, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

3.1 Mempraktikkan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas senam
Latihan penguluran dinamis dan statis

1. Mampu melakukan latihan / aktivitas tubuh anggota badan yang gerak dan bagian badan yang pasif.
2. Mampu melakukan latihan penguluran secara dinamis dan statis.

4 JP

3.2 Mempraktikkan rangkaian senam lantai dan senam ketangkasan dengan gerakan yang lebih halus, jelas dan lancar, serta nilai percaya diri, disiplin dan estetika

Senam Ketangkasan
1. Mampu melakukan latihan guling depan dan belakang dengan awalan maupun tanpa awalan
2. Mampu melakukan senam ketangkasan, seperti : meroda, lompat peti, hand stand, dll

4 JP

4. Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik sederhana berpasangan, dan beregu serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
4.1 Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik sederhana menggunakan gerak jalan dan lompat secara berpasangan, serta nilai kerjasama, disiplin dan estetika

Senam Ritmik.

1. Mampu melakukan tegak langkah kaki kanan dan kaki kiri
2. Mampu melakukan tegak anjur kaki kanan dan kaki kiri
3. Mampu melakukan loop pass, bytrek pass, wissel pass.
4. Mampu melakukan memutar dua lengan di depan dada dan dua lengan berhenti di samping

2 JP

4.2 Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik sederhana beregu dengan kompak, serta nilai kerjasama, disiplin dan estetika

Senam Ritmik
1. Mampu melakukan rangkaian gerak SKJ
2. Mampu melakukan rangkaian senam Ayo bangkit
3. Mampu melakukan rangkaian senam Ayo bersatu

4 JP

5. Menerapkan budaya hidup sehat

5.1 Mengenal bahaya narkoba

1. Mampu menyebutkan pengertian narkoba
2. Mampu menyebutkan jenis-jenis napza
3. Mampu menyebutkan akibat mengkomsumsi narkoba

2 JP

5.2 Mengenal cara menghindari bahaya narkoba

Bahaya Narkoba
1. Anak mampu menyebutkan sebab-sebab anak kecanduan narkoba
2. Anak mampu menyebutkan cirri-ciri anak mengkomsumsi narkoba.
3. Anak mampu menjelaskan cara untuk menghindari bahaya napza

2 JP


Tegal, ................................2010

Mengetahui
Kepala Sekolah


Ma’muroh, S.Pd.
NIP : 19610320 198012 2 004
Guru Penjasorkes


Bambang Rusjianto, S.Pd.
NIP : 19600828 198304 1 003


PROGRAM SEMESTER II PENJASORKES KELAS VI


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator JJP Bulan Keterangan
Juli Agustus September Oktober Nopember Desember

6. Mempraktikkan berbagai gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
6.1 Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olah raga bola besar dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama, sportivitas dan kejujuran**)

Sepak Bola
1. Mampu menendang bola sepak ke sasaran dengan kaki bagian dalam
2. Mampu menendang bola sepak ke temannya dengan kaki bagian dalam dan mengontrol dengan telapak kaki.
3. Mampu mendrible bola dan menembakkan ke gawang
4. Mampu mendrible bola berpasangan dan dilanjutkan menembak bola ke gawang

2 JP

6.2 Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olah raga bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai kerjasama, sportivitas dan kejujuran**)

Bulutangkis
1. Mampu memegang raket bulutangkis
2. Mampu langkah kaki dalam bulutangkis
3. Mampu memukul bola lop, drob, dan smash
4. Mampu mengembalikan bola dengan pukulan backhand dan forehand.

2 JP


6.3 Mempraktikkan pengembangan koordinasi beberapa nomor teknik dasar atletik dengan peraturan yang dimodifikasi, serta nilai sportivitas, percaya diri dan kejujuran**)

Lari Estafet dan Lari Jarak Sedang
1. Mampu melakukan tehnik lari jarak pendek
2. Mampu melakukan tehnik start dan finishing
3. Mampu melakukan lari estafet / lari sambung
4. Mampu melakukan tehnik dasar lari jarak sedang

2 JP

7. Mempraktikkan latihan peningkatan kualitas kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
7.1 Mempraktikkan sikap hidup sehat untuk memelihara kondisi kesehatan

Memelihara Kondisi Kesehatan
1. Mampu melakukan senam pagi
2. Mampu melakukan lari jarak sedang .
3. Mampu melakukan senam ayo bersatu
4. Mampu melakukan senam ayo bangkit.

2 JP

7.2 Mempraktikkan peregangan otot dan pelemasan persendian dengan baik sebelum latihan, serta nilai disiplin

Penguluran Otot dan Perluasan Otot
1. Mampu melakukan penguluran otot leher
2. Mampu melakukan penguluran otot lengan
3. Mampu melakukan penguluran otot punggung
4. Mampu melakukan penguluran otot tungkai.

2 JP

7.3 Mempraktikkan aktivitas kondisi fisik secara terencana dan sungguh – sungguh

Memelihara Kondisi Fisik Secara Terencana
1. Mampu melakukan lari pagi seminggu sekali
2. Mampu melakukan lari jarak sedang .
3. Mampu melakukan sirkuit trining

2 JP

7.4 Mempraktikkan aktivitas secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kebugaran,serta nilai keselamatan, disiplin dan kerja keras

Memelihara Kondisi Fisik Secara Terencana
1. Mampu melakukan lari pagi seminggu sekali
2. Mampu melakukan lari jarak sedang .
3. Mampu melakukan sirkuit trining

2 JP

8. Mempraktikkan kombinasi senam lantai dan senam ketangkasan dalam bentuk sederhana, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

8.1 Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dan senam ketangkasan dengan konsisten, dan kontrol yang baik, serta nilai keselamatan, disiplin dan kerjasama
Senam Ketangkasan
1. Mampu melompat di atas peti atau bangku
2. Mampu melompati temannya yang jongkok.
3. Mampu melakukan guling depan tanpa awalan
4. Mampu melakukan guling belakang
5. Mampu sikap lilin dan meroda

2 JP

8.2 Mempraktikkan kombinasi bentuk-bentuk senam lantai dan senam ketangkasan dengan koordinasi, dan kontrol yang baik serta nilai keselamatan, disiplin, dan kerjasama

Senam Ketangkasan
1. Mampu melakukan guling depan lalu berdiri
2. Mampu melakukan guling belakang .dari sikapl lilin dan di akhiri berdiri
3. Mampu melakukan guling belakang dari atas.
4. Mampu melakukan gerakan meroda dan piramida beregu

2 JP

9. Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik sederhana secara berpasangan maupun beregu, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

9.1 Mempraktikkan gerak ritmik sederhana di tempat dengan gerakan membungkuk, menekuk, maupun meliuk secara berpasangan dan beregu, serta nilai kerjasama, disilin, dan estetika

Senam Kontemporer
1. Mampu melakukan gerak ditempat
2. Mampu melakukan menekuk lengan dan tungkai
3. Mampu melakukan gerakan penguluran, meliuk
4. Mampu melakukan cium lutut berpasangan

2 JP

9.2 Mempraktikkan kombinasi gerakritmik sederhana dengan jalan dan lompat secara berpasangan dan beregu, serta nilai kerjasama, disiplin, dan estetika

Senam Ketangkasan
1. Mampu melakukan lompat seperti kangguru
2. Mampu melakukan merangkak..
3. Mampu melakukan loncat, lompat, merangkak
4. Mampu lompat katak dan jalan kepiting

2 JP

10. Mempraktikkan gerak dasar salah satu gaya renang dengan koordinasi gerak yang baik, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya*)

10.1 Mempraktikkan gerak dasar meluncur, menggerakkan tungkai maupun lengan renang gaya dada dengan koordinasi gerak yang lebih baik serta nilai keberanian, disiplin, dan kebersihan

Renang Gaya Dada
1. Mampu meluncur di air tanpa gerakan.
2. Mampu meluncur dengan gerakan kaki gy dada
3. Mampu meluncur gerakan tangan gy dada
4. Mampu melakukan gerakan ambil napas
5. Mampu renang gaya dada
2 JP

10.2 Mempraktikkan cara bernapas salah satu gaya renang, serta nilai keberanian, disiplin, dan kebersihan

Renang Gaya Dada
1. Mampu meluncur di air tanpa gerakan.
2. Mampu meluncur dengan gerakan kaki gy dada
3. Mampu meluncur gerakan tangan gy dada
4. Mampu melakukan gerakan ambil napas
5. Mampu renang gaya dada


10.3 Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai dalam renang gaya dada, serta nilai keberanian dan disiplin

Renang Gaya Dada 1.
2. Mampu meluncur di air tanpa gerakan.
3. Mampu meluncur dengan gerakan kaki gy dada
4. Mampu meluncur gerakan tangan gy dada
5. Mampu melakukan gerakan ambil napas
6. Mampu renang gaya dada

10.4 Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air

Dasar-Dasar Ketangkasan dan Keselamatan
1. Mampu menyelam di air tanpa gerakan.
2. Mampu menyelam sampai dasar kolam sesuatu barang ( bisa uang logam atau batu )
3. Mampu meluncur dan renang di dasar kolam
4. Mampu melakukan gerakan enggak di air

2 JP

11. Mempraktikkan penjelajahan dan perkemahan di alam bebas, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya***)

11.1 Mempraktikkan aktivitas penjelajahan di alam bebas secara sederhana, serta nilai kerjasama, tanggung jawab, disiplin dan keselamatan
Penjelajahan
1. Mampu membuat rencana penjelajahan.
2. Mampu menentukan jalan yang akan di lalui
3. Mampu memecahkan masalah yang ditemui
4. Mampu mematuhi aturan main yang telah dibuat
5. Mampu menjaga keselamatan diri dan orang lain

2 JP

11.2 Mempraktikkan pemasangan kemah bersama, serta nilai kerjasama, tanggung jawab, disiplin, dan keselamatan

Berkemah
1. Mampu membuat rencana kegiatan berkemah.
2. Mampu mempersiapkan perlengkapan kemah
3. Mampu menentukan lokasi bekemah yang aman
4. Mampu mendirikan kemah dengan mandiri
5. Mampu membuat api unggun.

2 JP

12. Menerapkan budaya hidup sehat

12.1 Mengenal cara menolak ajakan menggunakan narkoba
Menolak Ajakan Narkobais
1. Mampu menyebutkan perilaku jelek
2. Mampu merencanakan iven / kegiatan yang positif bagi dirinya maupun orang lain.
3. Mampu memilih teman bermain yang baik
4. Mampu mengenali ciri-ciri narkoba dan pemakainya

2 JP

12.2 Mengenal cara menolak perlakuan pelecehan seksual

Menghindari Perilaku Seksual
1. Mampu menyebutkan perilaku porno
2. Mampu mengidentivikasi gambar,siaran atau berita positif maupun negatif
3. Mampu berbuat yang beretika dan bermoral
4. Mampu dan senang bergaul dengan teman yang berakhlak mulia

2 JP


Tegal, ................................2010

Mengetahui
Kepala Sekolah


Ma’muroh, S.Pd.
NIP : 19610320 198012 2 004
Guru Penjasorkes


Bambang Rusjianto, S.Pd.
NIP : 19600828 198304 1 003